Hasanal Fatah Klarifikasi Viral “Ditabrak”: Saya yang Pasang Badan, Bukan Ditabrak

Foto : Hasanal Fatah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada H. Hikmatullah di Cilegon, Rabu (27/8/2025). Klarifikasi ini menandai berakhirnya polemik video viral yang sempat menyudutkan nama Hikmatullah di publik.

CILEGON, WILIP.ID – Sebuah video pendek sempat memicu ledakan opini publik. Dalam rekaman itu, seorang pria tampak ditabrak oleh mobil. Belakangan diketahui, pria tersebut adalah Hasanal Fatah, anggota serikat pekerja PT Bungasari. Mobil itu dikendarai oleh H. Hikmatullah, anggota DPRD Kota Cilegon dari Fraksi Partai Gelora.

Video tersebut viral. Jagat maya, khususnya TikTok dan Instagram, ramai dengan narasi “anggota DPRD tabrak demonstran.” Tapi hari ini, narasi itu berbalik. Hasanal akhirnya buka suara.

“Saya yang Pasang Badan, Bukan Ditabrak”

Dalam konferensi pers yang digelar Rabu (27/8/2025), Hasanal mengakui: insiden itu bukan murni tabrakan. Ia dengan sadar memasang badan di depan mobil Hikmatullah. Bahkan lebih jauh, ia menyebut tindakannya itu dilakukan di bawah tekanan.

“Semua itu saya lakukan di bawah tekanan dan paksaan dari Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan KSPI Kota Cilegon,” ujar Hasanal.

Pernyataannya langsung mengubah arah diskusi publik. Hasanal menyebut bahwa video tersebut disebarkan tanpa persetujuan dirinya, dan ia kini mengaku sangat menyesal.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak H. Hikmatullah, keluarga beliau, dan seluruh masyarakat Kota Cilegon,” lanjut Hasanal.

Jalan Damai dan Restorasi Sosial

Kuasa hukum Hikmatullah, H. Muhibudin, turut memberi keterangan. Ia mengungkap bahwa permintaan maaf dari Hasanal datang tanpa tekanan, bahkan dilakukan berulang kali.

“Hasanal datang ke saya beberapa kali. Pernah dua kali ia datang bersama ayahnya. Ia ingin berdamai dengan niat tulus,” ujar Muhibudin.

Upaya damai pun tercapai. Pihak Hikmatullah telah menerima permintaan maaf tersebut dan menyatakan bahwa kasus ini tidak akan dilanjutkan ke ranah hukum.

“Ini bukan sekadar minta maaf. Ini tentang memperbaiki hubungan sosial. Semoga ini jadi awal yang baik, khususnya untuk Hasanal yang masih muda,” tambah Muhibudin.

Efek Viral dan Pelajaran Besar

Kisah ini menjadi cermin. Di era media sosial, narasi bisa dengan cepat menciptakan opini publik bahkan sebelum fakta terungkap. Video viral yang tersebar luas telah menyudutkan Hikmatullah selama berbulan – bulan, sebelum akhirnya kebenaran muncul.

Hasanal sendiri menyadari betapa besar dampak dari tindakannya. Ia menutup pernyataannya dengan nada penyesalan.

“Saya menyadari kesalahan saya. Sekali lagi, saya menyesal,” kata Hasanal.

Peristiwa ini membuka mata tentang pentingnya verifikasi sebelum menyebarkan informasi. Juga mengingatkan publik agar tidak terjebak pada kesimpulan instan dari potongan video yang belum tentu utuh.

Karena terkadang, apa yang terlihat belum tentu seperti yang sebenarnya terjadi.

 

(Elisa/Red*)