Isro Miraj Gagas “Call Sehat”, Layanan Kesehatan Langsung Mendatangi Orang Sakit

 

CILEGON, WILIP.ID- Persoalan fasilitas pelayanan kesehatan di rumah sakit yang kurang ramah terhadap masyarakat kecil masih kerap terjadi hingga saat ini. Birokrasi pelayanan terkadang masih membeda-bedakan antara status sosial, pelayanan BPJS, hingga pembelian obat di luar rumah sakit.

Bakal Calon Walikota Cilegon Isro Mi’raj saat menceritakan pengalaman pribadi sebagai anak rakyat dan kerap mendengar keluhan masyarakat, birokrasi pelayanan rumah sakit baik milik pemerintah daerah maupun swasta harus dibenahi.

“Jangan sampai pada saat daftar di rumah sakit, ketika menggunakan fasilitas BPJS mendapatkan respon yang tidak baik, kamar penuh, padahal masih banyak yang kosong. Kasihan orang lagi sakit harus pindah-pindah rumah sakit,” kata Isro saat safari politik di Kecamatan Purwakarta , Minggu 2 Juni 2024.

Tidak hanya alasan kamar penuh, rumah sakit juga sering menyuruh pasien membeli obat di luar karena alasan tidak ada. Sehingga masyarakat harus membeli mahal obat di apotek.

“Ini harus diubah dengan kebijakan tentunya. Harus ada MoU antara Pemerintah Daerah dengan seluruh rumah sakit. Isinya harus memberikan pelayanan yang terbaik dan ditindak tegas jika melanggar. Sehingga semua masyarakat, tidak dibeda-bedakan dari status sosial hingga fasilitas pembayaran,” kata Isro.

Adapun solusi dalam persoalan ini, Isro menyebutkan perlu adanya program kesehatan, yaitu Call Sehat. Dimana nanti ketika ada warga yang sakit, bisa menghubungi nomor Call Sehat, kemudian tenaga kesehatan, minimal ada bidan dan perawat yang datang untuk melakukan pemeriksaan.

“Tenaga medis yang datang ke rumah warga yang sakit untuk melakukan pemeriksaan, jika sakit ringan cukup dikasi obat. Apabila ternyata harus dilarikan ke rumah sakit, maka yang mengurus administrasi hingga sampai mendapatkan penanganan di rumah sakit adalah petugas tenga kesehatan tadi,” kata Isro

Upaya mendukung Call Sehat, dikatakan Isro akan disiapkan 43 mobil ambulance untuk masing-masing kelurahan. Tenaga medis yang bertugas pun harus diberikan intensif khusus.

“Saya ini anak rakyat yang mengalami langsung bagaimana rasanya dipersulit mendapatkan layanan kesehatan. Orang lagi sakit dipersulit rasanya tidak baik,” kata Isro.

Perlu adanya kebijakan dari Walikota Cilegon untuk merealisasikan adanya Call Sehat. Program yang menyasar dari kalangan masyarakat bawah hingga atas. Sehingga diharapkan Isro tidak ada lagi yang dibeda-bedakan dalam pelayanan fasilitas kesehatan.