CILEGON, WILIP.ID – Kiprah tim muda Kota Cilegon kembali mencuri perhatian di pentas sepak bola usia dini. Dalam ajang Festival Klasifikasi Liga Piala Soeratin U13-U15 Provinsi Banten 2025, tim JAWARA FC sukses menyabet gelar Juara 1, usai menumbangkan PUMA FC lewat drama adu penalti dengan skor 5-4.
Turnamen yang digelar di Stadion Geger Seruni, Cilegon, Minggu (20/7/2025) ini menjadi ajang pembuktian bakat-bakat muda dari seluruh penjuru Kota Baja. Puluhan klub usia dini bersaing ketat sejak fase grup hingga final, dengan format sistem gugur yang menyisakan hanya tiga tim terbaik di akhir laga.
Tampil solid sejak penyisihan, JAWARA FC menunjukkan konsistensi hingga babak pamungkas. Di laga penentuan, tensi tinggi mewarnai jalannya pertandingan. Adu penalti pun tak terhindarkan — dan di situlah mental juara JAWARA FC diuji dan dibuktikan.
Sementara itu, PUMA FC harus puas di posisi kedua, sedangkan Tunas Muda Garuda menempati peringkat tiga.
Walikota Cilegon H. Robinsar, yang turut hadir menyaksikan pertandingan final, mengaku bangga dan terharu dengan semangat juang para pemain muda. Ia menegaskan, turnamen ini bukan sekadar ajang tahunan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaring talenta unggul.
“Inilah bentuk nyata pembinaan usia dini. Kami ingin lahirkan pemain-pemain masa depan yang bisa mengharumkan nama Cilegon di kancah nasional, bahkan internasional. Cilegon harus terus Juare!” tegas Robinsar.
Festival ini sekaligus menjadi tahapan seleksi menuju ajang Liga Piala Soeratin tingkat Provinsi Banten 2025. Antusiasme tinggi dari para pemain, pelatih, hingga orang tua menunjukkan bahwa gairah sepak bola di Cilegon tak pernah padam.
Dengan keberhasilan JAWARA FC, Cilegon kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan baru sepak bola usia muda di Banten.
Mad Sari, orang tua salah satu pemain JAWARA FC yang turut mengantar timnya meraih juara, tak bisa menyembunyikan rasa haru dan bangganya. Sebagai pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cilegon, Mad Sari mengaku menyaksikan langsung perjuangan anak-anak di lapangan yang penuh determinasi dan sportivitas.
“Melihat anak-anak bermain dengan semangat dan disiplin tinggi, saya sebagai orang tua benar-benar bangga. Ini bukan sekadar soal menang atau kalah, tapi bagaimana mereka belajar kerja sama, tanggung jawab, dan pantang menyerah sejak usia dini,” ujar Mad Sari di pinggir lapangan usai laga final.
Ia juga menambahkan, pembinaan usia muda seperti ini harus terus mendapatkan perhatian dari berbagai pihak, termasuk media dan organisasi olahraga.
“Sebagai bagian dari PWI, saya berharap media juga terus mengawal perkembangan bibit-bibit muda ini. Sepak bola bukan hanya tontonan, tapi juga harapan masa depan bagi banyak anak di Cilegon,” tandasnya.
(Elisa/Red*)















