CILEGON, WILIP.ID – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al Ikhlas, masjid bersejarah yang terletak di tengah Komplek Krakatau Steel, Jumat (30/5/2025). Meski usianya tak muda lagi, masjid ini tetap menjadi tempat favorit bagi para jamaah untuk menunaikan ibadah, terutama salat Jumat.
Masjid Al Ikhlas menyimpan banyak kenangan dari masa kejayaan industri baja nasional, Krakatau Steel. Di masa lalu, masjid ini tak sekadar menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang berkumpul, berbagi, dan mempererat tali silaturahmi antarpegawai dan warga sekitar.
Dalam khutbah Jumat kali ini, Ustaz Zainudin yang bertindak sebagai khatib menyampaikan pesan yang relevan menjelang Hari Raya Idul Adha: keikhlasan dalam berkurban.
“Ibadah kurban bukan semata soal menyembelih hewan. Lebih dari itu, ia adalah tentang keikhlasan memberi, seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW,” ujar Ustaz Zainudin dalam khutbahnya.
Ia menuturkan bahwa setiap Idul Adha, Nabi Muhammad SAW selalu memilih domba terbaik—gemuk, sehat, dan bertanduk indah—untuk dijadikan hewan kurban. Hal itu mencerminkan pentingnya memberikan yang terbaik dalam beribadah kepada Allah SWT.
“Rasulullah berkurban dengan penuh cinta, bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk umatnya. Sebagian daging kurban disisihkan untuk beliau, dan sebagian lainnya diberikan kepada tetangga,” jelas Ustaz Zainudin.
Menurutnya, Nabi Muhammad SAW pernah berdoa, “Ya Allah, terimalah kurban ini untuk umatku.” Doa itu menjadi pengingat bahwa setiap tetes darah hewan kurban mengandung makna solidaritas dan kasih sayang bagi sesama.
Khutbah ditutup dengan seruan untuk meneladani ketulusan Nabi dalam berkurban, bukan hanya secara materi, tetapi juga secara niat. Sebab, dalam keikhlasan terdapat kemuliaan yang tak ternilai.
(Rizky/Red)















