CILEGON, WILIP.ID – Di tengah kesibukannya sebagai Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Wilayah II Citangkil–Ciwandan, Tb. Eddi Sugara, punya cara sederhana namun bermakna untuk menjaga kebugaran tubuh. Setiap akhir pekan, ia rutin berjalan kaki di lintasan Stadion Geger Cilegon—yang lebih dikenal warga sebagai Stadion Seruni.
Pagi itu, Minggu (1/6/2025), matahari baru saja naik pelan di ufuk timur. Udara masih sejuk, embun belum sepenuhnya mengering. Di lintasan stadion yang mulai ramai oleh warga, tampak Tb. Eddi melangkah santai sambil sesekali tersenyum menyapa orang-orang yang mengenalnya.
“Murah, meriah, dan menyehatkan,” ujarnya ringan ketika ditanya alasan menjadikan jalan kaki sebagai ritual mingguannya.
Tak jarang ia berjalan bersama keluarga atau rekan sejawat dari kantor. Bagi Tb. Eddi, momen ini bukan sekadar untuk berkeringat. Lebih dari itu, jalan kaki menjadi jeda dari hiruk-pikuk urusan pekerjaan—tempat untuk berpikir jernih dan menyusun ulang semangat.
“Kadang ide-ide segar justru muncul saat badan kita bergerak,” katanya.
Sebagai pejabat yang tiap hari bersinggungan dengan lingkungan, Tb. Eddi sadar betul pentingnya menjaga kesehatan fisik maupun mental. Dan olahraga ringan seperti jalan kaki, menurutnya, bisa menjadi solusi yang terjangkau dan realistis, apalagi di tengah tekanan hidup urban yang makin kompleks.
Yang menarik, kebiasaan ini ternyata juga mulai menjangkiti warga Cilegon. Stadion Seruni kini ramai oleh para pelari, pejalan santai, hingga komunitas yang memanfaatkan ruang terbuka untuk berkumpul dan bergerak bersama.
Fenomena itu disambut Tb. Eddi dengan optimisme. Ia melihatnya sebagai tanda positif bahwa masyarakat mulai sadar akan pentingnya gaya hidup sehat, tanpa harus merogoh kocek dalam atau membeli alat-alat canggih.
“Kalau bisa jadi gaya hidup, kenapa harus menunggu sakit dulu?” ujarnya sembari tersenyum.
Lebih jauh, Tb. Eddi mengajak warga Cilegon untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari rutinitas harian. Bukan cuma untuk tubuh yang bugar, tapi juga untuk membangun ruang sosial yang sehat, terbuka, dan menyenangkan.
“Kita bisa mulai dari hal paling sederhana: berjalan bersama,” tutupnya.
(Elisa/Red)















