Lurah Ciwaduk Nurul Hadiyati: Pemimpin Perempuan yang Menyulap Birokrasi Jadi Ladang Inovasi

CILEGON, WILIP.ID – Di balik gemerlap roda pemerintahan Kota Cilegon, terselip sosok perempuan yang kiprahnya tak bisa dianggap remeh. Dialah Nurul Hadiyati, Lurah Ciwaduk yang kini menjadi pusat perhatian karena prestasi dan semangatnya yang luar biasa. Bukan hanya memimpin dengan otoritas, tapi juga menginspirasi dengan pena dan gagasan.

Sosok Nurul bukan sekadar birokrat—ia adalah wajah baru perempuan tangguh dalam pemerintahan. Tak gentar menghadapi tantangan, ia menjawab jabatan bukan hanya dengan tanda tangan, tetapi juga karya nyata yang menyentuh langsung masyarakat.

Akademisi, Aktivis, dan Pemimpin Visioner

Lahir di Serang, Banten, Nurul menapaki dunia pendidikan dari SDN Cimuncang 1 hingga SMAN 1 Serang. Jiwa kepemimpinan sudah terlihat sejak muda—ia aktif di OSIS, memimpin majalah dinding sekolah, hingga menjadi penggerak organisasi kampus seperti HMI dan BEM FISIP Undip. Pendidikan tingginya di bidang Ilmu Pemerintahan dan Magister Manajemen Pemasaran dari Universitas Mercu Buana Jakarta—dengan predikat summa cum laude—menjadi bekal emas dalam perjalanan kariernya.

Meniti Langkah, Menembus Batas

Karier Nurul dimulai bukan dari ruang nyaman. Ia pernah menjadi staf di perusahaan swasta, lalu terjun ke dunia akademik sebagai dosen di berbagai kampus ternama di Banten. Tahun 2010 menjadi awal langkahnya masuk ke ranah birokrasi, dimulai sebagai pelaksana Kecamatan Pulomerak, lalu berlanjut ke Bappeda Kota Cilegon, dan berbagai jabatan struktural lain yang ia jalani penuh dedikasi.

Tahun 2024 menjadi titik terang baru—Nurul resmi menjabat sebagai Lurah Ciwaduk. Bagi sebagian orang, itu mungkin sekadar jabatan administratif. Tapi tidak bagi Nurul. Di tangannya, kelurahan bukan sekadar wilayah, tapi ladang perubahan.

Dibalik Ketegasan, Ada Sentuhan Literasi dan Inovasi

Apa yang membuat Nurul berbeda? Jawabannya: literasi dan inovasi.

Di tengah padatnya rutinitas sebagai pejabat kelurahan, Nurul tetap aktif membaca, menulis, dan menggerakkan komunitas. Ia adalah bagian dari TBM, Komunitas Peduli ASI, hingga TDA dan ICMI. Ia percaya, perubahan tidak hanya dibentuk lewat regulasi, tapi juga lewat gagasan yang hidup di masyarakat.

Prestasi Bukan Sekadar Penghargaan, Tapi Bukti Nyata

Jejak kakinya meninggalkan prestasi di mana-mana. Ia menjadi finalis lomba karya tulis tingkat nasional, peserta terbaik Diklat PIM IV se-Banten, dan pencetus “Kampung Wisata UMKM” yang menggandeng korporasi besar seperti PT Krakatau POSCO hingga PLN.

Tak berhenti di sana, saat pandemi mengganas, ia menggagas “Tembok Isoman”—program berbasis solidaritas warga yang menyita perhatian media nasional. Bukan pencitraan, tapi solusi konkret di tengah krisis.

Membawa Kelurahan Naik Kelas

Saat menjabat di Kelurahan Pabean, Nurul sukses membawa wilayahnya menjadi Juara 1 Lomba Kelurahan Tingkat Kota dan Provinsi Banten (2022). Ia pun diganjar penghargaan sebagai Lurah Terbaik dalam momen bergengsi HUT ke-77 TNI.

Tahun 2024, Kelurahan Ciwaduk di bawah kepemimpinannya menyabet Juara Harapan I Posyantek dan Juara II Hatinya PKK Tingkat Provinsi Banten. Ia juga meraih posisi Lurah Terbaik Kedua dalam lomba inovasi tingkat kota.

Sosok Perempuan yang Tak Sekadar Memimpin, Tapi Menginspirasi

Nurul Hadiyati bukan hanya Lurah. Ia adalah figur perempuan inspiratif yang membuktikan bahwa jabatan bukan sekadar kuasa, tapi peluang untuk membangun, mengubah, dan meninggalkan jejak yang berdampak.

Dengan gaya kepemimpinan yang tegas namun humanis, dengan visi yang tajam namun berpijak pada rakyat, Nurul adalah bukti bahwa birokrasi bisa punya wajah yang bersinar.

Lurah Ciwaduk ini tidak hanya menjalankan tugas, tapi mengubah paradigma. Ia bukan sekadar pemimpin, tapi penyala api perubahan.

(Elisa/Red)