Pelabuhan Warnasari: Harapan Lama yang Kembali Dinyalakan, Pengusaha Lokal Desak Pemerintah Bergerak

CILEGON, WILIP.ID — Dua puluh tahun lebih harapan itu terombang-ambing di atas blueprint. Pelabuhan Warnasari, proyek ambisius yang digadang-gadang bisa menjadi lokomotif ekonomi Kota Cilegon, kembali mencuat ke permukaan. Momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 Kota Cilegon menjadi titik bangkit baru—setidaknya secara wacana.

Tubagus Iman Ariyadi, mantan Wali Kota Cilegon sekaligus tokoh masyarakat, tak ragu menyuarakan kembali pentingnya proyek pelabuhan itu. Di hadapan publik, ia menegaskan bahwa pelabuhan bukan sekadar infrastruktur, tetapi simbol kemandirian ekonomi.

“Pelabuhan Warnasari dapat menjadi salah satu pendorong utama bagi pertumbuhan ekonomi, tidak hanya untuk Cilegon, tetapi juga untuk kawasan sekitarnya,” ujar Iman dalam peringatan HUT Kota Baja, Minggu (27 April 2025).

Tanggapan pun datang dari kalangan pengusaha. Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kota Cilegon, Zia Ulhaq, menilai realisasi Pelabuhan Warnasari bisa menjadi tonggak penting bagi kebangkitan ekonomi lokal.

“Kalau pelabuhan ini jadi, itu bukan cuma simbol. Itu akan jadi kekuatan ekonomi riil bagi Cilegon,” kata Zia saat diwawancarai terpisah oleh jurnalis Wilip.ID.

Menurutnya, pelabuhan tersebut bisa menjadi pintu masuk bagi pengusaha lokal untuk turut andil dalam rantai ekonomi besar yang selama ini lebih banyak dikuasai pihak luar.

“Selama ini kita hanya jadi penonton. Kalau Pelabuhan Warnasari berjalan, ini saatnya pengusaha lokal berkecimpung langsung,” ujarnya.

Tak hanya itu, Zia juga menekankan pentingnya keberpihakan pada tenaga kerja lokal. “Harus ada penyerapan tenaga kerja besar-besaran dari warga lokal. Dan itu perlu disiapkan sejak sekarang. Dinas Tenaga Kerja jangan pasif,” tegasnya.

Ia optimistis, jika dikelola secara profesional dan transparan, pelabuhan ini bukan hanya akan mengangkat marwah ekonomi, tetapi juga menyumbang signifikan pada pendapatan asli daerah (PAD). “Kalau pelabuhan ini terealisasi, PAD Kota Cilegon pasti melonjak,” tutupnya.

Meski sudah terlalu sering jadi janji politik, banyak pihak berharap pemerintah kali ini serius. Terutama dalam menjalin sinergi dengan investor dan pengusaha lokal. Lokasi pelabuhan yang strategis, dekat dengan kawasan industri dan jalur logistik nasional, menjadikannya aset yang terlalu berharga untuk terus terbengkalai.

Mimpi tentang Warnasari mungkin sudah lama, tapi harapan itu belum padam. Kini, tinggal menunggu keberanian para pemimpin kota: apakah mereka siap mengarungi gelombang, atau kembali bersandar pada pelabuhan janji yang tak pernah jadi nyata.

(Red*)