CILEGON, WILIP.ID – Di tengah geliat pembangunan Kota Cilegon, Banten, sosok perempuan tangguh hadir membawa semangat emansipasi ala Kartini. Dialah Euis Susanti, Lurah Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta, yang kiprahnya menjadi inspirasi bagi banyak pihak.
Tak hanya dikenal sebagai pemimpin wilayah yang dekat dengan masyarakat, Euis memiliki rekam jejak panjang dalam dunia kepemudaan dan pengabdian sosial. Sejak tahun 2005, ia telah aktif di Karang Taruna Kota Cilegon dan dipercaya menjabat sebagai Bendahara, posisi strategis yang menunjukkan integritas dan kemampuannya dalam mengelola organisasi.
Pada tahun yang sama, Euis juga ambil bagian dalam Temu Karya Nasional Karang Taruna, ajang berskala nasional yang mempertemukan penggerak karang taruna dari seluruh Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, ia didaulat menjadi Master of Ceremony (MC) pada sesi pembukaan.
“Saat itu saya dipercaya menjadi MC pembukaan. Bagi saya, itu pengalaman berharga karena bisa mewakili Cilegon di level nasional sekaligus mengasah kemampuan komunikasi publik,” ungkap Euis saat ditemui di kantornya, Senin (21/4/2025).
Kini, sebagai lurah, Euis dikenal dengan gaya kepemimpinan yang humanis. Ia mendorong partisipasi aktif warga, membuka ruang dialog, dan mendukung berbagai inovasi lokal. Kepeduliannya terhadap isu-isu sosial dan pemberdayaan perempuan menjadi warna tersendiri dalam kepemimpinannya.
Euis membuktikan bahwa perempuan tak hanya bisa berkontribusi, tapi juga mampu memimpin dengan nilai-nilai empati dan ketegasan. Sosoknya menjadi cerminan Kartini masa kini—bukan hanya berbicara soal cita-cita, tapi juga bertindak nyata di tengah masyarakat.
Dalam semangat Hari Kartini, Euis Susanti mengingatkan kita bahwa perjuangan perempuan tidak berhenti di ruang privat, tetapi juga tumbuh kuat di ruang publik. Dari Kota Baja, ia menunjukkan bahwa perempuan bisa menjadi motor perubahan yang sesungguhnya.
(Red*)















