SIP Property Club Hadir di Cilegon, Tawarkan Model Reseller Properti Berbasis Komunitas

CILEGON, WILIP.ID – Industri properti di Kota Cilegon dinilai masih menyimpan peluang besar, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang pemasaran. Melihat celah tersebut, seorang praktisi properti berpengalaman, Imam Suprapto, mendirikan komunitas reseller bernama SIP Property Club.

Komunitas yang telah berjalan selama dua tahun itu mengusung konsep berbeda dari agen properti pada umumnya. Jika agen konvensional fokus pada transaksi, SIP Property Club menempatkan diri sebagai wadah pembinaan dan pengembangan reseller properti lokal.

“Kita ini sebenarnya agen properti, tetapi lebih ke reseller. Konsepnya membentuk dan membina dari nol sampai bisa praktik langsung,” ujar Imam saat ditemui di Madison Avenue, Kota Cilegon, Selasa (3/3/2026).

Menurut Imam, pasar properti di Cilegon dan sekitarnya memiliki nilai transaksi yang tinggi. Namun, jumlah tenaga pemasaran yang memahami dunia properti secara profesional masih terbatas.

Ia menilai, profesi sales kerap dipandang sebelah mata, padahal peluang penghasilannya cukup menjanjikan. Kondisi ini mendorongnya merekrut dan melatih anak-anak muda lokal, termasuk lulusan SMA dan SMK.

Saat ini, SIP Property Club memiliki sekitar 75 anggota yang sebagian besar merupakan warga Cilegon dan generasi muda.

“Kita ingin anak-anak lokal punya kesempatan yang sama. Selama ini yang mendominasi justru banyak dari luar daerah,” kata dia.

SIP Property Club menawarkan pelatihan tanpa biaya kepada para anggotanya. Materi yang diberikan mencakup dasar-dasar pemasaran properti hingga praktik langsung di lapangan.

Imam menegaskan, pendekatan yang digunakan tidak hanya sebatas teori, melainkan langsung diarahkan pada aktivitas penjualan agar anggota bisa merasakan hasil secara nyata.

“Semua gratis, tapi harus ada komitmen. Kita ingin mereka benar-benar tumbuh dan menghasilkan,” ujarnya.

Komunitas ini juga menjalin komunikasi dengan sejumlah agen dan pengembang properti sebagai mitra kerja sama dalam penyediaan produk yang dipasarkan oleh anggota.

Ke depan, Imam menargetkan SIP Property Club tidak hanya berhenti sebagai komunitas reseller. Ia tengah menyusun konsep pengembangan berjenjang dalam jangka waktu tiga tahun, yakni mendorong anggota untuk naik kelas menjadi investor, bahkan developer.

“Visinya, reseller bisa berkembang jadi investor, lalu menjadi developer. Tapi itu butuh sistem dan komitmen,” kata dia.

Ia menyebut saat ini masih fokus memperkuat fondasi organisasi dan sistem internal sebelum memperluas jaringan kerja sama, termasuk dengan pemerintah daerah.

Dalam tiga tahun mendatang, SIP Property Club menargetkan memiliki 150 anggota aktif yang produktif dan mampu bersaing di industri properti.

“Harapannya, Cilegon tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga memiliki SDM unggul di sektor properti,” ujar Imam.

Dengan pendekatan berbasis komunitas dan pemberdayaan lokal, SIP Property Club mencoba menghadirkan alternatif model pengembangan tenaga pemasaran properti di wilayah Cilegon dan sekitarnya.

 

(Has/Red*)