CILEGON, WILIP.ID – Di tengah geliat industrialisasi pesisir barat Banten, upaya menjembatani dunia akademik dan sektor industri kembali mengemuka. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIT Al-Khairiyah Citangkil menggelar audiensi dengan PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM), BUMD milik Pemerintah Kota Cilegon, dalam rangka penjajakan kerja sama strategis lintas sektor.
Pertemuan yang berlangsung di kantor PT PCM itu dibuka dengan sambutan dari Ilham, perwakilan Divisi SDM perusahaan. Dalam atmosfer santai namun sarat makna, Ilham menegaskan keterbukaan PT PCM terhadap inisiatif kolaboratif dari berbagai kalangan.
“Kami sangat terbuka terhadap kunjungan institusi mana pun, termasuk dari LPPM STIT Al-Khairiyah. Setiap program yang membawa manfaat bersama tentu kami sambut dengan tangan terbuka,” ujar Ilham lugas.
Dari pihak kampus, hadir sejumlah perwakilan LPPM, termasuk Kang Nurdiyanto, M.Pd., selaku Sekretaris LPPM, serta Ahmad Jauharuddin, M.Si., dosen sekaligus peneliti aktif. Dalam pemaparannya, Nurdiyanto menekankan pentingnya menjalin kolaborasi agar aktivitas riset dan pengabdian tidak berakhir di atas kertas, melainkan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kami datang membawa semangat untuk membangun kolaborasi. Fokus kami adalah mengawinkan hasil riset kampus dengan program strategis PT PCM agar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Nurdiyanto, Kamis, (17 Juli 2025)
Diskusi yang berlangsung hangat itu menyoroti sejumlah isu strategis—mulai dari pemberdayaan masyarakat pesisir, penguatan SDM lokal, hingga peluang sinergi dalam riset terapan dan program magang mahasiswa.
Jauharuddin menambahkan bahwa dunia industri tak bisa terus berjalan sendiri tanpa menyentuh aspek sosial di sekitarnya. Menurutnya, perlu ruang bersama agar solusi berbasis riset bisa hadir untuk menjawab tantangan riil masyarakat industri.
“LPPM hadir bukan sekadar menjalankan tridarma, tapi membaca dinamika sosial di kawasan industri dan menjawabnya. Di sinilah dunia pendidikan dan industri perlu duduk bersama,” ujar Jauharuddin.
Salah satu bentuk konkret kerja sama yang mulai dibicarakan adalah dukungan PT PCM terhadap pengembangan Rumah Jurnal LPPM STIT Al-Khairiyah. Saat ini, lembaga tersebut mengelola sejumlah jurnal ilmiah, seperti At-Tashawwur (penelitian pendidikan), Ad-Dzikr (pendidikan agama Islam), dan Al-Kahfi (pendidikan anak usia dini).
Tak berhenti di sana, PT PCM juga menyatakan kesiapannya membuka pintu bagi mahasiswa STIT Al-Khairiyah untuk melaksanakan program magang dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekitar pelabuhan.
Langkah ini, bila konsisten dijalankan, berpotensi menjadi model sinergi baru antara pendidikan tinggi Islam dan industri lokal di Cilegon. Bukan hanya sebagai jembatan kerja sama formal, melainkan sebagai ruang kolektif untuk menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan.
Bagi STIT Al-Khairiyah dan PT PCM, kerja sama ini bukan akhir, melainkan permulaan. Sebuah fondasi menuju Cilegon yang tak hanya industrial, tetapi juga inklusif dan berbasis pengetahuan.
(Elisa/Red*)















