Sungai Makam Balung Meluap, Upaya Pemkot Cilegon Tekan Dampak Banjir di Kelurahan Ciwaduk

CILEGON, WILIP.ID – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Cilegon sejak Jumat malam hingga Sabtu siang (2–3 Januari 2026) kembali menguji ketahanan wilayah terhadap ancaman banjir. Di Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, luapan Sungai Makam Balung atau Kedung Ingas menyebabkan genangan air di sejumlah titik permukiman warga.

Salah satu wilayah yang terdampak adalah Perumahan Pondok Kuring Cilegon (PKC) Blok E RW 05. Lurah Ciwaduk, Nurul Hadiyati, menyebutkan ketinggian air sempat mencapai sekitar 35 sentimeter. Selain itu, genangan juga meluas ke Kampung Sawah hingga Jalan Nakula yang berada tepat di sisi kawasan perumahan.

“Genangan mulai terjadi sejak Jumat malam dan bertahan hingga Sabtu siang. Air sempat masuk ke lingkungan permukiman warga,” ujar Nurul saat dikonfirmasi, Senin (5/1/2026).

Nurul menjelaskan, salah satu pemicu utama banjir adalah kondisi pintu air Sungai Makam Balung yang tertutup saat hujan deras berlangsung. Dalam kondisi debit air meningkat, pintu air seharusnya berada dalam posisi terbuka agar aliran air dapat mengalir lancar dan tidak meluap ke wilayah permukiman.

“Pada saat hujan dengan intensitas tinggi, idealnya pintu air dibuka. Namun ketika itu pintu air tertutup, sehingga air sungai meluap dan menggenangi rumah warga,” jelasnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir tersebut sempat mengganggu aktivitas warga. Sebagian warga memilih bertahan di rumah sambil mengamankan barang-barang, sementara lainnya mulai membersihkan lingkungan setelah air berangsur surut.

Namun demikian, Nurul menegaskan bahwa dampak banjir kali ini relatif lebih terkendali dibandingkan kejadian sebelumnya. Hal tersebut tidak lepas dari berbagai upaya penanganan dan pencegahan banjir yang telah dilakukan Pemerintah Kota Cilegon selama hampir dua bulan terakhir, tepatnya pada November hingga Desember 2025.

Sejumlah langkah strategis telah dilakukan di bawah koordinasi Wali Kota Cilegon Robinsar, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Di antaranya adalah pengerukan Tandon BBS, pengerukan saluran air di wilayah PKC, pembuatan main hole, serta normalisasi Sungai Makam Balung.

“Alhamdulillah, upaya-upaya tersebut sangat berpengaruh secara signifikan. Wilayah yang sebelumnya sangat terdampak, seperti BBS 3 RT 20 RW 09, Kampung Sawah, dan PKC RT 010 RW 05, kini relatif lebih aman meski hujan deras,” ungkap Nurul.

Ia menambahkan, genangan yang masih terjadi, seperti di depan Pos Ronda RT 20 RW 09 BBS 3, berasal dari limpasan arah BBS 3 dan Jalan Nakula. Menurutnya, apabila pintu air Sungai Makam Balung saat itu berada dalam kondisi terbuka, genangan di wilayah PKC diperkirakan hanya bersifat kecil dan cepat surut.

Pemerintah kelurahan bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan lapangan serta berkoordinasi lintas sektor untuk memastikan pengelolaan pintu air dan sistem drainase berjalan sesuai prosedur, khususnya saat menghadapi cuaca ekstrem.

“Koordinasi lintas pihak menjadi kunci. Evaluasi pengelolaan pintu air dan sistem drainase akan terus dilakukan agar ke depan respons penanganan banjir bisa lebih cepat dan tepat,” pungkasnya.

Sebagai penutup, Nurul menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Cilegon atas langkah-langkah penanganan banjir yang dinilai cepat, menyeluruh, dan berdampak nyata bagi rasa aman masyarakat.

“Terima kasih kepada Bapak Wali Kota Cilegon atas ikhtiar penanganan banjir yang cekatan dan berkelanjutan. Masyarakat kini lebih tenang, meski tetap waspada,” tutupnya.

 

(Pis/Red*)