Jarak Tambang Hanya Sejengkal dari Rumah, Warga Gerem Minta Ditutup

CILEGON, WILIP.ID – Jarak aktivitas tambang batu yang terlalu dekat dengan bangunan rumah warga di Kelurahan Gerem, Kota Cilegon, dinilai membahayakan keselamatan. Kondisi tersebut mendorong warga meminta agar aktivitas tambang dihentikan dan ditutup secara permanen.

Penolakan tegas itu disampaikan Haji Nikmatullah, warga yang rumahnya berada tepat di samping lokasi tambang. Ia menyebut getaran akibat aktivitas pemecahan batu dengan alat berat terasa langsung hingga ke dalam rumah.

“Getarannya sangat terasa karena jarak tambang sudah terlalu dekat dengan tembok rumah. Ini sangat membahayakan keselamatan keluarga saya. Aktivitas seperti ini harus dihentikan,” ujar Haji Nikmatullah saat ditemui di kediamannya, Senin 5 Januari 2026.

Menurutnya, aktivitas tambang yang berada di kawasan permukiman tidak hanya menimbulkan ketakutan, tetapi juga berpotensi merusak struktur bangunan. Getaran yang terjadi berulang kali dikhawatirkan merusak pondasi rumah dan memicu kerusakan permanen.

Ia menegaskan, tidak ada ruang kompromi terkait keselamatan warga. Haji Nikmatullah meminta pemerintah dan instansi terkait segera mengambil tindakan tegas dengan menutup aktivitas tambang tersebut.

“Kalau sampai rumah saya roboh karena tambang, risikonya nyawa manusia. Karena itu saya minta tambang ini ditutup total,” tegasnya.

Selain ancaman terhadap bangunan, warga juga mengeluhkan dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat jarak tambang yang terlalu dekat, termasuk rembesan air dan perubahan kualitas air sumur. Kondisi tersebut semakin memperkuat desakan agar aktivitas tambang dihentikan demi mencegah risiko yang lebih besar.

Warga berharap pemerintah daerah dan pihak berwenang segera turun tangan untuk meninjau ulang keberadaan tambang di kawasan permukiman, sekaligus memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama.

 

(Pis/Red*)