CILEGON, WILIP. ID– Warga Kampung Kopi dan Kampung Buah Dodol, Kelurahan Suralaya, yang berlokasi di perbukitan sekitar satu kilometer dari Pabrik PLTU Suralaya Unit 9 dan 10, mengeluhkan suara bising mesin pabrik yang mengganggu kenyamanan sehari-hari. Kebisingan ini terutama terasa sejak uji coba operasional pabrik dilakukan.
Wandi, seorang pemuda Kampung Kopi, menceritakan bahwa suara mesin terdengar sangat keras dan meraung-raung sepanjang waktu, terutama saat mesin mulai dinyalakan.
“Suara bising, lingkungan jadi tidak tenang. Warga tidak ada yang berani protes, kompensasi juga tidak ada,” katanya, Jumat (17/1).
Selain kebisingan dari Unit Pabrik yang baru beroprasi, warga selama ini menghadapi masalah debu-debu hitam yang berterbangan dari unit 1-8 yang sudah lama beroprasi.
Debu tersebut, menurut warga, kerap menempel di daun-daun, jemuran, dan lantai rumah, terutama ketika hujan jarang turun.
Seorang wanita tua yang ditemui di Bukit Teletubis, tempat warga biasa menggembala kambing, menceritakan bahwa ketika hujan pertama tiba, air yang mengalir dari atap genteng sering kali berwarna hitam pekat.
“Kalau lama tidak hujan, debu hitam ada di mana-mana. Jemuran jadi kotor, daun-daun pun penuh debu,” kata wanita tersebut sembari ngangon kambingnya.
Keluhan ini menjadi keresahan kolektif masyarakat sekitar pabrik. Meski demikian, hingga saat ini warga mengaku belum menerima kompensasi atau tindakan nyata dari pihak perusahaan untuk mengatasi masalah tersebut. Mereka juga merasa takut untuk menyampaikan protes secara langsung.
Ketika dikonfirmasi, Humas PT Indo Raya Tenaga, Indra, menyebutkan bahwa pihaknya akan segera mengecek kondisi di lapangan dan berkunjung ke Kampung Kopi dan Buah Dodol untuk memastikan keluhan warga.
“Adapun dalam operasional kami pada hari ini, suara berisik dan debu sebelumnya sudah dipastikan minim,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.
Namun, pernyataan tersebut masih belum sepenuhnya meyakinkan warga. Mereka berharap ada langkah konkret untuk menangani kebisingan dan polusi debu dari aktivitas PLTU.
Hingga berita ini diturunkan, suara bising mesin dan keberadaan debu hitam masih menjadi momok bagi masyarakat Kampung Kopi dan Buah Dodol, yang merasa hak mereka untuk hidup di lingkungan yang sehat semakin terabaikan. (Pram)















