CILEGON, WILIP.ID – Tak ada jalan singkat menuju pengabdian. Rizki Khairul Ichwan, Ketua DPRD Kota Cilegon, membagikan secuplik kisah perjalanan hidupnya yang bertabur peluh perjuangan di media sosial. Ia tak lahir dari ruang politik yang serba nyaman. Ia tumbuh dari lorong-lorong diskusi kampus, ruang organisasi mahasiswa, hingga panggung-panggung advokasi masyarakat.
“Enggak terasa, semua proses ini yang membawa saya sampai di titik ini,” tulis Rizki dalam unggahan reflektif di media sosialnya. Kalimat itu sederhana, tapi di baliknya, tersimpan jalan panjang yang tak selalu mudah.
Rizki memulai langkahnya sebagai aktivis mahasiswa. Ia pernah mengabdi di Badan Eksekutif Mahasiswa, menghimpun diri dalam organisasi kemahasiswaan, dan aktif di Ikatan Alumni. Tak berhenti di situ, ia kemudian menapak ke ranah kepemudaan nasional lewat KNPI. “Semua itu proses memantaskan diri,” ujarnya di media sosial yang di unggah Selasa malam (29 April 2025).
Di tengah jalan, sempat ada yang mencibir: politisi karbitan. Tapi Rizki memilih diam dan terus melangkah. Ia pernah menjadi staf ahli legislatif sebelum akhirnya dipercaya sebagai Ketua DPRD. “Proses itu penting,” katanya, mengutip pepatah lama: gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan.
Dalam catatannya, ia juga menulis ucapan terima kasih kepada dirinya sendiri—atas kesabaran, ketekunan, dan kesetiaan pada tujuan. Tujuannya satu: mengabdi kepada tanah kelahiran.
Kini, di usia muda, Rizki berdiri di salah satu posisi strategis pemerintahan kota. Tapi bagi dia, kekuasaan bukanlah tujuan, melainkan alat untuk memperluas manfaat. Ia menutup tulisannya dengan satu frasa: *Salam, Politik Pengabdian.*
(Red*)















