KABUPATEN SERANG, WILIP.ID – Asa kemandirian ekonomi warga Desa Melati, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, mulai menemukan bentuk nyatanya. Pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih resmi memasuki tahap pondasi, menandai dimulainya infrastruktur ekonomi desa yang digadang-gadang menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat.
Di atas lahan yang sebelumnya telah diratakan, aktivitas pembangunan kini tampak berlangsung. Pemerintah Desa Melati, unsur TNI, pengurus koperasi, hingga warga setempat bahu-membahu mengawal proses awal pembangunan tersebut.
Kepala Desa Melati, Halusi, menyampaikan bahwa kehadiran gedung koperasi bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan ekonomi desa.
“Ini bukan hanya membangun gedung, tapi membangun harapan. Koperasi ini nanti menjadi tempat warga berusaha, belajar mandiri, dan saling menguatkan secara ekonomi,” ujar Halusi.
Ketua Koperasi Merah Putih Desa Melati, Dede Tarmidzi, menjelaskan bahwa pembangunan gedung koperasi merupakan program pemerintah pusat. Meski demikian, pelaksanaannya tetap melibatkan masyarakat lokal sebagai tenaga kerja.
“Proyek ini murni dari pusat. Saya di sini hanya memastikan semuanya berjalan lancar, aman, dan kondusif. Alhamdulillah sampai hari ini tidak ada kendala berarti,” kata Dede saat ditemui di lokasi pembangunan, Kamis (22/1/2026).
Ia menambahkan, sekitar lima orang tukang yang terlibat dalam pembangunan merupakan warga asli Desa Melati. Sementara tim teknis ahli berasal dari pusat.
“Yang bekerja di lapangan itu orang kita sendiri. Jadi selain membangun koperasi, ini juga membuka lapangan kerja bagi warga,” ungkapnya.
Pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih berlangsung dalam suasana kondusif. Sinergi antara pemerintah desa, unsur TNI, dan masyarakat menjadi kunci kelancaran proses.
Pendekatan kolaboratif ini dinilai penting untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki di tengah masyarakat.
“Kalau semua terlibat sejak awal, masyarakat akan merasa memiliki. Bukan sekadar menonton, tapi ikut menjaga dan memanfaatkan,” kata salah satu tokoh masyarakat setempat.
Pemerintah Desa Melati berharap, gedung Koperasi Merah Putih kelak menjadi pusat aktivitas ekonomi warga. Mulai dari simpan pinjam, distribusi kebutuhan pokok, hingga pengembangan usaha mikro.
Lebih dari itu, koperasi ini diproyeksikan menjadi simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan di tingkat desa.
“Desa harus punya tulang punggung ekonomi sendiri. Koperasi adalah jawabannya. Dari desa, oleh desa, untuk kesejahteraan desa,” tutup Halusi.
Dengan dimulainya tahap pondasi, Desa Melati menandai langkah awal menuju kemandirian ekonomi. Bukan sekadar bangunan beton, tetapi fondasi bagi masa depan yang lebih berdaulat secara ekonomi.
(Pis/Red*)















