STIT Al-Khairiyah Citangkil Teken MoU dengan Kemenag Serang, Perkuat SDM Pendidikan Islam

CILEGON, WILIP.ID – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairiyah Citangkil, Kota Cilegon, resmi menjalin kerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Serang melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pendidikan Islam.

Penandatanganan MoU yang digelar Rabu (21/1/2026) itu dihadiri jajaran pimpinan STIT Al-Khairiyah Citangkil serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Serang beserta staf. Kesepakatan ini menjadi tonggak awal sinergi antara dunia akademik dan institusi pemerintah dalam merespons tantangan pendidikan keagamaan di tingkat daerah.

Kerja sama tersebut mencakup tiga fokus utama. Pada aspek pendidikan, kedua belah pihak akan melakukan sinkronisasi kurikulum serta pengembangan metode pembelajaran guna meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan Kemenag Kabupaten Serang.

Di bidang penelitian, STIT dan Kemenag berkomitmen mendorong kolaborasi riset akademik yang relevan dengan persoalan pendidikan Islam kontemporer, mulai dari kualitas pembelajaran madrasah hingga penguatan literasi keagamaan.

Sementara pada ranah pengabdian kepada masyarakat, kerja sama ini akan diwujudkan melalui program pemberdayaan berbasis nilai-nilai keislaman, termasuk peningkatan kapasitas guru, santri, dan masyarakat umum.

Ketua STIT Al-Khairiyah Citangkil, H. Ahmad Munji, menegaskan bahwa MoU ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk menghadirkan dampak nyata di lapangan.

“Kami berharap sinergi ini tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi mampu melahirkan inovasi konkret dalam penguatan mutu pendidikan Islam, khususnya bagi para guru dan santri di bawah naungan Kemenag Kabupaten Serang,” ujarnya.

Pihak Kemenag Kabupaten Serang pun menyambut positif kerja sama tersebut. Menurut mereka, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi kunci dalam mencetak SDM unggul yang tidak hanya memiliki kedalaman ilmu agama, tetapi juga kecakapan profesional di era digital.

Lebih jauh, MoU ini diproyeksikan menjadi model kemitraan strategis antara kampus dan lembaga pemerintah daerah dalam membangun ekosistem pendidikan Islam yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan zaman.

 

(Pis/Red*)