Kapolres dan Dandim Sapa Warga Lewat Jumat Keliling di Pagebangan

0-0x0-0-0#

CILEGON, WILIP.ID — Program Jumat Keliling (Jumling) yang digagas jajaran TNI–Polri kembali menjadi ruang strategis memperkuat ikatan antara aparat negara dan masyarakat. Momentum itu terlihat jelas saat Kapolres Cilegon dan Dandim 0623/Cilegon menyapa langsung warga dalam kegiatan Jumling di Masjid As-Safinah, Lingkungan Pagebangan, Kelurahan Ketileng, Kecamatan Cilegon, Jumat (30/1/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Cilegon AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga, S.H., S.I.K., M.Si. dan Dandim 0623/Cilegon Letkol Inf Imam Buchori, S.H., M.I.P., bersama unsur Muspika dan para tokoh masyarakat.

Turut hadir Camat Cilegon Maman Herman, Lurah Ketileng Hilman Setiaji, Ketua DMI Kecamatan Cilegon Agus Hasan, Ketua DKM Masjid As-Safinah Faujul Iman, Ketua RW 03 Syahrudin, Ustadz Qosim, H. Zaenal Muttaqin, serta jajaran Polsek, Koramil, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan warga sekitar.

Camat Cilegon Maman Herman menegaskan bahwa Jumling bukan hanya agenda ibadah rutin, melainkan instrumen sosial yang efektif dalam merawat persatuan dan stabilitas wilayah.

“Masjid harus menjadi pusat persatuan umat. Dari masjid, nilai kebersamaan, toleransi, dan gotong royong terus kita hidupkan. Pemerintah kecamatan mengapresiasi peran TNI, Polri, dan para tokoh yang konsisten hadir di tengah warga,” ujar Maman.

Menurutnya, komunikasi yang terbangun dalam forum-forum keagamaan seperti Jumling menjadi tameng awal pencegah konflik sosial.

“Jika komunikasi antarwarga, aparat, dan pemerintah terjaga, potensi gangguan kamtibmas bisa ditekan. Inilah kekuatan Jumling,” tambahnya.

Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga menekankan bahwa Jumling bukan sekadar safari ibadah, melainkan ruang pembinaan moral publik.

“Shalat lima waktu adalah benteng moral. Dari kedisiplinan beribadah lahir pribadi yang jujur, tertib, dan bertanggung jawab. Itulah fondasi utama keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegas Kapolres.

Ia mengajak jajaran Polres, Kodim, dan seluruh warga Pagebangan menjadikan masjid sebagai titik temu spiritual dan sosial, demi membangun Cilegon yang aman, religius, dan bermartabat.

Sementara itu, Dandim 0623/Cilegon Letkol Inf Imam Buchori menegaskan bahwa kehadiran TNI di masjid adalah simbol kedekatan dengan rakyat.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat persatuan umat. Di sinilah TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat duduk sejajar membangun kebersamaan demi Cilegon yang damai dan religius,” katanya.

Kegiatan Jumat Keliling di Masjid As-Safinah pun berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, menjadi potret kuatnya sinergi TNI–Polri–Pemerintah–Masyarakat dalam menjaga harmoni dan keamanan di Kota Cilegon.

 

(Has/Red*)