CILEGON, WILIP.ID – Mantan Wakil Presiden RI 2019–2024, Ma’ruf Amin, menilai geliat organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di Banten sebagai sinyal kebangkitan yang signifikan menjelang memasuki abad kedua perjalanan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Dalam keterangannya, Ma’ruf Amin menegaskan bahwa berbagai kegiatan konsolidasi dan penguatan struktur organisasi NU di daerah menjadi bagian penting dalam menyiapkan fondasi menuju era baru. Menurutnya, NU saat ini tengah menemukan momentum strategis yang harus direspons dengan penguatan semangat, infrastruktur organisasi, serta dukungan umat.
“Ini menandai kebangkitan kembali NU di Banten. Abad kedua harus dipersiapkan, tidak hanya dari sisi semangat, tetapi juga infrastruktur dan dukungan umat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa peran NU tidak hanya terbatas pada penguatan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga harus mampu mengawal prinsip moderasi beragama, menjaga keutuhan negara, serta mendorong pertumbuhan ekonomi umat.
Lebih jauh, Ma’ruf Amin menyinggung sejarah Banten sebagai wilayah yang pernah mencapai kejayaan melalui keseimbangan antara religiusitas dan kemajuan ekonomi. Warisan tersebut, menurutnya, harus dihidupkan kembali dalam konteks kekinian.
“Banten dulu dikenal sebagai wilayah yang kuat dalam agama sekaligus maju secara ekonomi. Ini yang harus kita bangun kembali—masyarakat yang agamis, tapi juga sejahtera,” katanya.
Dalam konteks pembangunan daerah, ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara kalangan santri dan sektor industri, terutama di wilayah seperti Cilegon yang dikenal sebagai kota industri. Ia menegaskan bahwa masyarakat lokal, khususnya warga NU, tidak boleh tertinggal dalam arus pertumbuhan ekonomi.
“Jangan sampai industri berkembang pesat, tapi masyarakat Banten hanya jadi penonton. Warga harus ikut menikmati dan terlibat,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris PCNU Kota Cilegon, Fatullah Syam’un, menyampaikan bahwa kegiatan yang digelar menjadi bagian dari upaya memperkuat peran NU dalam pemberdayaan umat dan masyarakat.
Ia menegaskan, PCNU Cilegon berkomitmen mendukung program pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, sekaligus membangun sinergi lintas sektor, termasuk dengan kalangan industri.
“Kami ingin memperkokoh NU sebagai bagian dari pemberdayaan umat, sekaligus mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.
Menurut Fatullah, Cilegon memiliki karakter unik sebagai kota industri yang juga dikenal sebagai kota santri. Kondisi ini, kata dia, menjadi peluang strategis untuk membangun kolaborasi antara dunia industri dengan pesantren dan masyarakat.
“Kota Cilegon ini masyarakat industri, tapi juga punya kultur santri yang kuat. Ini potensi besar yang harus dikolaborasikan,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggandeng sejumlah stakeholder, termasuk perusahaan industri, untuk membuka ruang kerja sama yang lebih konkret. Salah satu fokusnya adalah pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) agar lebih tepat sasaran bagi pemberdayaan masyarakat.
“Kami ingin menjalin kerja sama dengan industri, termasuk memanfaatkan program CSR agar benar-benar berdampak bagi masyarakat, khususnya warga NU,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara kekuatan tradisi keagamaan dan geliat industri, NU di Banten—khususnya di Cilegon—diharapkan mampu menjadi motor penggerak kebangkitan umat yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga mandiri secara ekonomi.
(Has/Red*)















