CILEGON, WILIP.ID – Suasana berbeda terasa di halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Cilegon, Selasa (22/4) pagi. Di bawah terik matahari, sejumlah pejabat, guru, dan siswa bahu-membahu menanam pohon matoa. Aksi ini dilakukan untuk memperingati Hari Bumi ke 55 tahun 2025.
Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kota Cilegon Munirudin, Kepala MAN 2 Cilegon Mamad, serta Sekretaris DPD PPSI Kota Cilegon Rachmatullah As ikut turun langsung ke tanah. Mereka memulai penanaman 11 pohon matoa sebagai simbol komitmen menjaga lingkungan.
“Ini bukan sekadar seremoni tahunan,” ujar Mamad di lokasi. “Kami ingin siswa memahami bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari iman dan ilmu.”
Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang digagas Kementerian Agama RI. Di Kota Cilegon, aksi serupa juga digelar serentak di berbagai instansi keagamaan seperti KUA, kantor Kemenag, hingga MTsN 2 Cilegon.
Beragam elemen terlibat dalam kegiatan ini. Siswa OSIS dan Pramuka, guru, Babinsa Koramil 2303/Pulomerak, tokoh masyarakat, hingga perwakilan dari MUI dan FKUB hadir memberikan dukungan.
“Kami ingin yang ditanam hari ini bukan hanya pohon, tapi juga kesadaran kolektif,” kata Rachmatullah AS, Sekretaris PPSI Kota Cilegon yang menjadi mitra kegiatan MAN 2.
Sementara itu, Munirudin menekankan pentingnya nilai agama dalam menjaga kelestarian lingkungan. “Menanam pohon adalah bentuk ibadah sosial. Ia tumbuh membawa keberkahan,” ucapnya.
Pohon matoa dipilih karena simbolik: kuat, adaptif, dan tahan terhadap perubahan cuaca. Di tengah isu perubahan iklim dan suhu kota yang semakin panas, kehadiran pohon-pohon ini diharapkan bisa menjadi peninggalan berharga untuk generasi mendatang.
(Red*)















