Open House Beladiri & Mountaineering 2025 BPOS-KSG: Ratusan Pelajar Rasakan Sensasi Olahraga Ekstrem & Bela Diri di Cilegon

CILEGON, WILIP.ID — Gedung Kesenian RC Krakatau Steel mendadak penuh energi Sabtu (22/11) pagi. Ratusan pelajar dan anggota komunitas dari berbagai sekolah memadati arena untuk mengikuti Open House Beladiri & Mountaineering 2025 yang digelar oleh Badan Pembinaan Olahraga dan Seni Krakatau Steel Group (BPOS-KSG).

Acara edukatif ini dirancang untuk memperkenalkan dunia beladiri dan mountaineering secara langsung, interaktif, dan aman bagi peserta muda.

Acara dibuka oleh perwakilan BPOS-KSG Kurniawan dan Ketua YPWKS Sulistyawati. Keduanya menekankan pentingnya olahraga sebagai ruang pembentukan karakter generasi muda.

“Olahraga membangun disiplin, keberanian, serta daya juang. Nilai-nilai ini adalah bekal masa depan,” ujar keduanya saat membuka acara.

Para peserta disambut dengan registrasi tertib serta photo booth yang menambah kesan hangat sebelum memasuki sesi inti.

Pada sesi utama, ratusan peserta dibagi menjadi dua kelompok besar untuk menjelajahi dua cabang olahraga yang disiapkan BPOS-KSG.

Di zona mountaineering, peserta mendapatkan:

1. Simulasi panjat tebing pemula

2. Pengenalan alat keselamatan dan perlengkapannya

3. Edukasi manajemen risiko kegiatan outdoor

4. Teknik dasar pendakian dari instruktur profesional

Para instruktur memperagakan teknik penggunaan alat standar, memastikan peserta memahami aspek keselamatan sebelum mencoba tantangan panjat mini wall.

Zona beladiri menjadi salah satu yang paling ramai. Peserta diajak:

1. Menyaksikan demonstrasi teknik dasar

2. Mengenal filosofi dan nilai-nilai tiap cabang

3. Mencoba gerakan dasar yang dipandu langsung pelatih profesional

Empat disiplin yang ditampilkan—Karate, Taekwondo, Kempo, dan Gulat—mendapat sambutan meriah dari para pelajar. Terutama ketika mereka diminta mempraktikkan kuda-kuda dasar, menendang target, hingga gerakan defensif sederhana.

Setelah sesi foto bersama, antusiasme peserta semakin terlihat saat mereka diberi kesempatan mencoba langsung:

1. Latihan dasar beladiri

2. Tantangan lintasan panjat tebing pemula

3. Simulasi gerakan teknik ringan sesuai arahan instruktur

Suasana menjadi semakin cair dalam sesi tanya jawab, membuat pengalaman belajar terasa lebih dekat dan relevan.

BPOS-KSG menyampaikan apresiasi kepada:

1. YPWKS sebagai mitra pendidikan

2. Para pelatih dan instruktur

3. Sekolah serta komunitas yang mengirimkan delegasi

4. Panitia yang bekerja di balik layar

Menurut Alimin, Ketua Panitia sekaligus Ketua Cabor Beladiri BPOS-KSG, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang open house, tetapi juga ruang pencarian bibit unggul dari lingkungan pendidikan Krakatau Steel.

“Banyak atlet berprestasi dari Cilegon lahir melalui pembinaan cabang beladiri BPOS-KSG. Kami ingin memperkuat ekosistem itu dan membuka kesempatan bagi generasi muda untuk berkembang ke tingkat daerah hingga internasional,” jelas Alimin.

Open House Beladiri & Mountaineering merupakan program tahunan yang digagas BPOS-KSG sebagai upaya menciptakan ruang positif bagi generasi muda—menggabungkan edukasi, pelatihan, dan pembinaan atletik dalam satu rangkaian kegiatan.

Dengan kemasan yang energik dan edukatif, acara ini tidak hanya jadi wadah eksplorasi dunia olahraga, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi antara industri, sekolah, dan komunitas olahraga di Cilegon.

 

(Elisa/Red*)