PT KBS: LSM adalah Mitra Strategis, Bukan Musuh

CILEGON, WILIP.ID – Polemik seputar sikap PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) terhadap Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mengemuka belakangan ini. Beberapa anggapan yang berkembang menyebut perusahaan pelabuhan itu bersikap antipati terhadap keberadaan LSM di Cilegon. Namun, manajemen KBS membantah tegas tudingan tersebut.

“Atas nama pribadi, saya tegaskan bahwa KBS tidak anti terhadap LSM. Justru kami ingin merangkul semua pihak, termasuk LSM, untuk bersama-sama menjaga iklim investasi yang sehat dan kondusif,” ujar Direktur Operasional PT. KBS, Aep Dedi Laksana dalam pernyataan tertulis, menanggapi pemberitaan yang berkembang.

Menurutnya, LSM memiliki peran vital dalam mengawal pembangunan, mengawasi tata kelola, dan menjaga keseimbangan lingkungan. Dalam pandangannya, sebuah ekosistem investasi yang sehat tak bisa lahir dari eksklusivitas, melainkan dari keterbukaan dan kolaborasi.

“LSM yang sehat dan kredibel adalah mitra strategis. Kami percaya bahwa membangun hubungan harmonis dengan tokoh masyarakat, kalangan pesantren, dan LSM adalah bagian dari membentuk kepercayaan publik terhadap dunia usaha,” ujarnya, Senin (28 April 2025).

Pernyataan ini juga sekaligus meluruskan diskursus yang timbul usai acara Focus Group Discussion (FGD) “Coffee Morning” beberapa waktu lalu.

Dalam forum tersebut, ia mengusulkan pemindahan sebagian aktivitas pelabuhan Tanjung Priok ke Pelabuhan Cigading. Usulan itu, katanya, disampaikan secara pribadi, sebagai upaya mendukung optimalisasi fasilitas pelabuhan dan jaringan rel kereta api yang sudah tersedia di kawasan tersebut.

Gagasan ini juga diklaim mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten. Jika terealisasi, ia menilai, langkah itu bisa berdampak signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pemerataan ekonomi wilayah.

Terkait pernyataan Kapolda Banten mengenai LSM “fundamental”, pihak KBS juga memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa istilah tersebut tidak dimaksudkan sebagai label negatif.

“Yang dimaksud dengan ‘fundamental’ adalah profesionalisme—LSM yang memiliki kompetensi dan kontribusi nyata di bidangnya. Jika ada tafsir yang keliru, kami mohon maaf. Tidak ada niat untuk menyudutkan, apalagi menyinggung,” katanya.

KBS menekankan pentingnya sinergi lintas elemen dalam menciptakan iklim investasi yang stabil. Oleh karena itu, mereka membuka ruang dialog terbuka dengan semua pihak, termasuk untuk menerima kritik dan masukan secara konstruktif.

“Jika suasana kondusif bisa terjaga, pembangunan akan berlanjut dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” katanya.

Melalui klarifikasi ini, manajemen KBS berharap tak ada lagi kesalahpahaman yang berpotensi menimbulkan kegaduhan. Ia menegaskan komitmen KBS untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif, dengan menghargai peran semua pihak dalam membentuk lingkungan usaha yang sehat dan berkelanjutan.

(Red*)