Dosen Unival Kembangkan Ekowisata dan UMKM Pesisir di Medaksa

CILEGON, WILIP.ID – Sejumlah dosen Universitas Al-Khairiyah (Unival) Cilegon turun langsung ke Kampung Medaksa, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, pada Minggu (19/10/2025). Mereka menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (pengmas) dengan fokus pada pengembangan ekowisata dan pemberdayaan ekonomi warga pesisir.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian masyarakat, sekaligus menjadi upaya konkret perguruan tinggi hadir di tengah masyarakat.

“Kami ingin bersentuhan langsung dengan warga, mendengar kendala mereka, dan membantu mencari solusi, terutama di sektor ekonomi dan potensi lokal,” ujar Ketua Panitia, Faisal Amri, kepada wilip.id

Menurut Faisal, Kampung Medaksa memiliki potensi besar di sektor wisata karena letaknya yang dekat dengan Pulau Merak Kecil dan Pulau Merak Besar. Namun, hingga kini potensi tersebut belum tergarap secara maksimal.

“Kami melihat peluang besar untuk mengembangkan ekowisata. Kalau dikelola dengan baik lewat edukasi lingkungan, promosi digital, dan pendampingan usaha, warga bisa mendapatkan manfaat ekonomi tanpa merusak alam,” jelasnya.

Selain edukasi lingkungan, para dosen juga memberikan pelatihan dasar untuk pengembangan usaha mikro. Beberapa pelatihan yang diberikan antara lain pengolahan hasil laut, pembuatan suvenir khas pesisir, hingga kerajinan tangan lokal.

Upaya ini diharapkan bisa melahirkan pelaku UMKM baru yang nantinya menjadi bagian dari ekosistem pariwisata berbasis komunitas di wilayah pesisir.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unival, Mahfudoh, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mendampingi masyarakat secara berkelanjutan.

“Kami tidak hanya mengajar di ruang kelas. Dosen juga punya tanggung jawab sosial, yaitu membawa ilmu dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, tim Unival siap membantu warga dalam pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) serta sertifikasi halal, agar produk lokal memiliki daya saing di pasar lebih luas.

“Kami ingin ini jadi langkah awal menuju ekonomi mandiri dan pariwisata berkelanjutan di Medaksa,” tandasnya.

 

(Elisa/Red*)