CIPUTAT, WILIP.ID – Komitmen STIT Al-Khairiyah Citangkil, Kota Cilegon, dalam memperkuat kualitas dosen dan reputasi akademik nasional terus ditunjukkan. Tiga dosennya resmi mengikuti Program Inkubasi Lektor Kepala (LK) dan Guru Besar (GB) yang digelar Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Tiga dosen yang mewakili STIT Al-Khairiyah dalam program strategis ini adalah Dr. Uun Kurnaesih, M.Si., Eti Shobariyah, M.Pd., dan Taufiq, M.Pd.I. Program inkubasi ini mulai berjalan sejak Selasa, 27 Januari 2026, dan dilaksanakan secara intensif setiap pekan di Gedung FITK UIN Jakarta.
Program ini bukan sekadar pelatihan biasa. Inkubasi LK dan GB dirancang sebagai jalur cepat bagi dosen untuk menembus jenjang tertinggi karier akademik melalui penguatan riset, publikasi ilmiah, dan pengelolaan portofolio jabatan fungsional.
Pada pertemuan perdana, para peserta langsung dibekali materi strategis seputar manajemen karier dosen. Naili Ulva Sa’adah, S.Kom., memaparkan secara rinci strategi pengumpulan Angka Kredit (AK)—salah satu kunci utama dalam kenaikan jabatan akademik.
Sesi berikutnya diisi oleh Prof. Muhammad Zuhdi, M.Ed., Ph.D., yang mengupas teknik menyusun artikel ilmiah, mulai dari pemilihan tema riset, penyusunan argumen, hingga strategi menembus jurnal bereputasi Sinta 2 dan Scopus.
“Dosen tidak cukup hanya mengajar. Di era kompetisi global, publikasi di jurnal bereputasi menjadi wajah kualitas perguruan tinggi,” ujar Prof. Zuhdi dalam sesi pemaparan.
Program inkubasi ini dijadwalkan berlangsung hingga akhir Februari 2026 dengan materi yang disusun berlapis dan aplikatif, antara lain:
3 Februari: Pendalaman jurnal Scopus dan Web of Science (WoS), termasuk teknik Systematic Literature Review (SLR)
10 Februari: Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam penulisan artikel serta manajemen referensi menggunakan Mendeley dan Zotero
24 Februari: Teknik editing bahasa jurnal, korespondensi dengan editor, hingga pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI)
Kurikulum ini dirancang untuk memastikan para dosen tidak hanya siap naik jabatan, tetapi juga mampu bersaing dalam ekosistem riset global.
Keikutsertaan dosen STIT Al-Khairiyah dalam inkubasi ini menjadi bagian dari strategi institusi dalam mempercepat peningkatan kualitas SDM dan akreditasi kampus.
“Ini adalah ikhtiar serius kami agar proses menuju Lektor Kepala dan Guru Besar bisa dirancang dengan matang, berbasis pendampingan para pakar di UIN Jakarta,” ujar salah satu peserta dari STIT Al-Khairiyah di sela kegiatan.
STIT Al-Khairiyah menargetkan kehadiran lebih banyak dosen bergelar Lektor Kepala dan Guru Besar akan berdampak langsung pada mutu pembelajaran, daya saing lulusan, serta posisi kampus dalam peta pendidikan tinggi Islam nasional.
Melalui program inkubasi ini, STIT Al-Khairiyah tidak hanya mengirim dosen belajar—tetapi sedang menyiapkan generasi ilmuwan dan pendidik yang mampu berbicara di level nasional hingga internasional.
(Pis/Red*)















