CILEGON, WILIP.ID – Universitas Al-Khairiyah (Unival) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) secara resmi melepas 437 mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tahun 2026. Prosesi pelepasan dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Al-Khairiyah, Dr. Rafiudin, M.Si, di halaman Gedung Rektorat Unival, Selasa (14/7/2026).
Suasana pelepasan berlangsung khidmat dan penuh semangat. Ratusan mahasiswa yang akan mengabdi di tengah masyarakat mengikuti prosesi dengan penuh antusias sebagai awal perjalanan mereka mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.
Program KKM tahun ini menjadi salah satu bentuk komitmen Universitas Al-Khairiyah dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menerapkan ilmu pengetahuan, tetapi juga hadir sebagai agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.
Ketua LPPM Universitas Al-Khairiyah Rizmi Samsul Rizal, menjelaskan, seluruh tahapan persiapan mulai dari pembekalan hingga penempatan peserta telah diselesaikan dengan baik. Sebanyak 437 mahasiswa akan diterjunkan ke wilayah yang cukup luas, meliputi 6 kecamatan, 29 kelurahan, dan 80 cabang Al-Khairiyah.
Sebaran lokasi tersebut dirancang agar mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam memahami dinamika sosial masyarakat sekaligus membangun kolaborasi dengan berbagai elemen di lapangan.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Al-Khairiyah, Dr. Rafiudin, M.Si, mengingatkan para peserta agar menjadikan KKM sebagai proses pembelajaran yang sesungguhnya, bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik.
“Niatkanlah langkah ini sebagai sarana untuk terus belajar, baik dari pengalaman di lapangan maupun kearifan lokal masyarakat setempat. Wujudkan ilmu yang telah dipelajari di kampus dengan cara mengabdi sepenuh hati kepada masyarakat. Jadilah perpanjangan tangan lembaga yang menyebarkan kebaikan, serta teladan yang mencerminkan nilai-nilai luhur Universitas Al-Khairiyah di mana pun kalian bertugas,” pesannya.
Menurut Rafiudin, keberhasilan program KKM tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari sejauh mana mahasiswa mampu membangun kedekatan dengan masyarakat, memahami persoalan yang dihadapi, serta menghadirkan solusi yang relevan melalui pendekatan akademik dan sosial.
Lebih dari itu, KKM menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, kerja sama tim, hingga membangun empati sebagai bekal menghadapi dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Acara pelepasan turut dihadiri jajaran pimpinan Universitas Al-Khairiyah, para dosen pembimbing lapangan, serta sivitas akademika yang memberikan dukungan kepada para peserta sebelum diberangkatkan menuju lokasi penugasan.
Melalui program KKM 2026 ini, Universitas Al-Khairiyah berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Program ini juga menjadi bukti bahwa kampus tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga hadir untuk memberikan solusi, menginspirasi, dan menebarkan semangat pengabdian di tengah kehidupan masyarakat.
(Has/Red*)















